ITSBM Selayar - Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah (ITSBM) Selayar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan wawasan akademik dan kewirausahaan berbasis potensi lokal melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema “Bisnis Berbasis Kearifan Lokal: Mengangkat Potensi Daerah Jadi Produk Global.” Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 13 April 2026, bertempat di Gedung Rektorat ITSBM Selayar Lantai 1, Jl. R.A. Kartini No. 17, Benteng Kepulauan Selayar.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. H. Gagaring Pagalung, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Makassar. Kehadiran beliau menjadi daya tarik tersendiri bagi civitas akademika ITSBM Selayar, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Gagaring Pagalung menekankan pentingnya kolaborasi seluruh stakeholder dalam mengelola dan mengembangkan potensi daerah. Ia menyampaikan bahwa Indonesia, termasuk wilayah Kepulauan Selayar, memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) dan kearifan lokal yang sangat besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan produk bernilai global.
“Potensi lokal yang kita miliki bukan hanya sekadar sumber daya, tetapi merupakan identitas dan kekuatan ekonomi yang harus diangkat ke tingkat yang lebih tinggi. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar beliau di hadapan peserta kuliah umum.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah memiliki peran strategis dalam memberikan intervensi kebijakan guna mendukung pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kebijakan yang tepat, menurutnya, akan mampu mendorong lahirnya inovasi dan mempercepat transformasi potensi lokal menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar global.
Selain itu, Prof. Gagaring Pagalung juga menyoroti pentingnya pendekatan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan nilai-nilai lokal. Ia mengajak mahasiswa untuk mulai melihat peluang usaha dari lingkungan sekitar, seperti produk kelapa, hasil laut, serta kerajinan khas daerah yang memiliki nilai jual tinggi jika dikembangkan dengan strategi yang tepat.
Kuliah umum ini diharapkan menjadi momentum penting bagi civitas akademika ITSBM Selayar untuk semakin menyadari pentingnya peran mereka dalam mengangkat potensi daerah. Dengan dukungan ilmu pengetahuan, inovasi, serta kolaborasi yang kuat, potensi lokal yang dimiliki Kepulauan Selayar diyakini mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.