ITSBM Selayar - Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITSBM) Selayar telah sukses merampungkan seluruh rangkaian Seminar Proposal (Sempro) bagi para mahasiswanya. Menariknya, mayoritas penelitian yang diangkat tahun ini berfokus pada tema Kesehatan Lingkungan, khususnya mengenai problematika pengelolaan sampah di wilayah Kepulauan Selayar.
Kondisi geografis Selayar sebagai daerah kepulauan membawa tantangan tersendiri dalam manajemen limbah dan sanitasi. Hal inilah yang mendorong mahasiswa Adminkes untuk menggali lebih dalam dari sudut pandang administrasi dan kebijakan kesehatan, guna mencari solusi berkelanjutan bagi ekosistem dan kesehatan masyarakat pesisir.
Dosen Program Studi Administrasi Kesehatan ITSBM Selayar, dr. Astari Pratiwi Nuhrintama, MRS, memberikan apresiasi tinggi terhadap pemilihan topik tersebut. Beliau menilai pemilihan tema sampah sangat relevan dengan kebutuhan daerah saat ini.
"Kami sangat bangga melihat mahasiswa memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan lingkungan. Isu sampah di wilayah kepulauan bukan hanya masalah kebersihan, tapi merupakan tantangan administrasi kesehatan yang kompleks. Melalui penelitian ini, mahasiswa ditantang untuk membedah bagaimana sistem tata kelola sampah dapat diintegrasikan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Selayar," ungkap beliau di sela-sela kegiatan seminar.
Pasca tuntasnya tahapan seminar proposal ini, mahasiswa dijadwalkan akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengambilan data primer. Perjalanan ke titik-titik lokasi penelitian di berbagai desa dan kecamatan ini bukan sekadar tugas akhir, melainkan misi pengabdian.

Narasi utama yang dibawa dalam penelitian ini adalah posisi mahasiswa sebagai Agent of Change (Agen Perubahan). Melalui data dan analisis yang akurat, mahasiswa diharapkan tidak hanya melaporkan masalah, tetapi juga membawa rekomendasi perubahan bagi sistem pengelolaan kesehatan lingkungan di Selayar.
"Setelah proposal ini disetujui, langkah selanjutnya adalah pembuktian di lapangan. Kami ingin mahasiswa hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai peneliti, tetapi sebagai agen perubahan yang membawa pemikiran segar dan solusi administratif untuk masalah sampah yang selama ini sulit terurai di wilayah kepulauan," tambah dosen tersebut.
Dengan semangat Agent of Change, penelitian mahasiswa Adminkes ITSBM Selayar ini diharapkan dapat menjadi rujukan berharga bagi Pemerintah Daerah maupun fasilitas kesehatan dalam merumuskan kebijakan lingkungan yang lebih sehat dan terukur di masa depan.
Selesainya rangkaian Sempro ini menandai kesiapan teknis dan mental para calon sarjana Administrasi Kesehatan ITSBM Selayar untuk berkontribusi nyata bagi Bumi Tanadoang.
Tentang Administrasi Kesehatan ITSBM Selayar:
Program Studi Administrasi Kesehatan ITSBM Selayar berkomitmen mencetak lulusan yang mampu mengelola sistem kesehatan secara inovatif, dengan fokus khusus pada tantangan kesehatan di wilayah pesisir dan kepulauan.