Lestarikan Bahasa Daerah, BEM ITSBM Selayar Bersama Tamaddun Silajara Gelar Lomba Ceramah Bertema Ke-Selayaran

  • DATE

    June 13, 2026

Kabar thumbnail

ITSBM Selayar - Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Ceramah Dalam Bahasa Selayar dengan tema “Dengan Semangat Tahun Baru Islam, Kita Perkuat Nilai-nilai ke Selayaran”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pusat Kajian Tamaddun Silajara bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITSBM Selayar serta mendapat dukungan dan kontribusi yang luar biasa dari Jaringan Akademik Selayar (JAS).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus ITSBM Selayar ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan yang menampilkan kemampuan berdakwah sekaligus melestarikan bahasa daerah Selayar. Lomba ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan menggunakan bahasa selayar sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Selayar.

media_20260613_173458_f76c0c9724dd.jpg

Dalam sambutannya, Drs. H. Muhtar, M.M. menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba ceramah dalam bahasa daerah merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pelestarian budaya lokal. “Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain mengembangkan nilai-nilai dan syiar Islam di tengah masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang harus terus dijaga. Ini merupakan sebuah inisiatif yang sangat luar biasa dan patut didukung bersama,” ujar Wakil Bupati.

Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Tamaddun Silajara, Prof. Dr. Mardi Adi Armin, M.Hum., dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa lomba ceramah bahasa Selayar ini merupakan kegiatan kedua yang telah dilaksanakan oleh lembaga yang dipimpinnya. “Ini merupakan kegiatan kedua yang kami selenggarakan. InsyaAllah ke depan akan terus ada berbagai kegiatan yang mendukung pelestarian budaya Selayar sebagai kekayaan dan identitas kita sebagai orang Selayar. Budaya dan bahasa daerah merupakan warisan yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tuturnya.

Antusiasme peserta dan masyarakat yang hadir secara langsung maupun secara virtual menunjukkan tingginya kepedulian terhadap upaya pelestarian bahasa dan budaya Selayar. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan retorika dan pemahaman keislaman yang baik, tetapi juga mampu menggunakan Bahasa Selayar secara santun, komunikatif, dan sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakat Selayar.

Penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat sinergi antara dakwah Islam, pendidikan, serta pelestarian budaya daerah. Dengan demikian, semangat Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi momentum refleksi keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkokoh jati diri masyarakat Selayar melalui pelestarian bahasa dan nilai-nilai kearifan lokal.

Kabar Lainnya