ITSBM Selayar – Gerakan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar kembali mencatat sejarah penting. Untuk pertama kalinya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kepulauan Selayar sukses melantik dan mengukuhkan dua Pimpinan Cabang dan tujuh Pimpinan Ranting Muhammadiyah di Pulau Jampea. Kegiatan monumental dan bersejarah ini menjadi langkah konkret perluasan gerakan dakwah hingga ke akar rumput, sekaligus menandai fase baru penguatan jaringan persyarikatan di wilayah kepulauan Selayar yang selama ini belum tersentuh secara maksimal.
Pelantikan ini tidak hanya sekadar agenda seremonial, tetapi mencerminkan tonggak penting bagi perkembangan gerakan dakwah di tanah Jampea, di mana setiap cabang dan ranting yang dikukuhkan mewakili wilayah administrasi serta titik konsentrasi pergerakan dakwah di pusat-pusat kecamatan dan beberapa desa. Dengan demikian, keberadaan Muhammadiyah kini semakin merata dan sangat dekat dengan masyarakat pulau, menjembatani kebutuhan akan pembinaan keagamaan, sosial, dan pendidikan yang lebih terstruktur.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kepulauan Selayar bersama unsur pimpinan ITSBM Selayar melintasi lautan menuju Pulau Jampea dengan satu niat yang kuat yaitu memperluas dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Selama ini, konsentrasi dakwah Muhammadiyah lebih dominan berada di daratan Pulau Selayar. Namun momentum pelantikan ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah Muhammadiyah kini menjangkau wilayah kepulauan secara lebih masif.
Ketua PDM Kepulauan Selayar, Drs. Abdullah, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan ranting tidak harus berdasarkan wilayah desa atau lokasi KKN, tetapi berdasarkan keberadaan kader dan potensi dakwah di wilayah tersebut. “Dimana ada kader, di situ ranting bisa dibentuk,” tegasnya.
Beliau juga menekankan bahwa para pimpinan cabang dan ranting harus menjadi teladan terbaik. “Ketika sudah memakai gelar ayahanda sebagai pengurus pimpinan cabang maupun ranting, maka kita harus mampu menjadi contoh minimal bagi anak dan keluarga kita. Semoga pelantikan ini menjadi amal ibadah bagi kita semua dan mempererat silaturahmi,” tambahnya.
Suksesnya pelantikan ini tidak terlepas dari kontribusi besar mahasiswa KKN ITSBM Selayar Angkatan I yang tersebar di sejumlah desa di Pulau Jampea. Mereka menjadi jembatan antara Muhammadiyah dan masyarakat untuk memfasilitasi komunikasi, persiapan kegiatan, hingga penguatan basis kaderisasi di tingkat akar rumput.
Kehadiran mahasiswa KKN turut menggerakkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat untuk mendukung penuh proses pengukuhan cabang dan ranting Muhammadiyah ini. Perwakilan pemerintah kecamatan dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik serta memberikan kesan mendalam kepada mahasiswa KKN.
Wakil Rektor ITSBM Selayar, Dr. Muhammad Ihsan Maro, S.Ag., M.Si., memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pimpinan ranting yang telah dilantik. Beliau secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah kecamatan, desa dan masyarakat serta mahasiswa ang telah berkontribusi besar dalam kegiatan ini.
“Pelantikan hari ini sangat spesial karena bertepatan dengan Milad ke-113 Muhammadiyah. selain itu, Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa kita memiliki janji-janji program yang harus diselesaikan dan dikawal bersama,” ujarnya. Wakil Rektor juga menegaskan bahwa pembentukan cabang dan ranting adalah langkah strategis untuk menghadirkan dakwah yang lebih dekat, solutif, dan berkelanjutan di masyarakat.
Selain agenda pelantikan, rombongan PDM dan unsur pimpinan ITSBM Selayar juga melakukan kunjungan ke beberapa posko mahasiswa KKN di Pulau Jampea. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi terhadap beberapa program strategis mahasiswa selama menjalankan pengabdian di lapangan. Pihak kampus memberikan catatan positif terkait kesungguhan mahasiswa dalam menjalankan program pemberdayaan, pendidikan, keagamaan, hingga pendampingan masyarakat. Dukungan persyarikatan terhadap mahasiswa KKN semakin meneguhkan sinergi antara dunia kampus dan gerakan dakwah Muhammadiyah.
Momentum ini bukan sekadar pelantikan, tetapi sebuah ikhtiar panjang untuk menghadirkan dakwah berkemajuan hingga ke pelosok negeri. Pulau Jampea kini resmi menjadi salah satu simpul penting gerakan Muhammadiyah di Kepulauan Selayar—sebuah sejarah baru yang lahir berkat kolaborasi masyarakat, pemerintah, mahasiswa KKN ITSBM, dan persyarikatan.
ITSBM Selayar – Gerakan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar kembali mencatat sejarah penting. Untuk pertama kalinya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kepulauan Selayar sukses melantik dan mengukuhkan dua Pimpinan Cabang dan tujuh Pimpinan Ranting Muhammadiyah di Pulau Jampea. Kegiatan monumental dan bersejarah ini menjadi langkah konkret perluasan gerakan dakwah hingga ke akar rumput, sekaligus menandai fase baru penguatan jaringan persyarikatan di wilayah kepulauan Selayar yang selama ini belum tersentuh secara maksimal.
Pelantikan ini tidak hanya sekadar agenda seremonial, tetapi mencerminkan tonggak penting bagi perkembangan gerakan dakwah di tanah Jampea, di mana setiap cabang dan ranting yang dikukuhkan mewakili wilayah administrasi serta titik konsentrasi pergerakan dakwah di pusat-pusat kecamatan dan beberapa desa. Dengan demikian, keberadaan Muhammadiyah kini semakin merata dan sangat dekat dengan masyarakat pulau, menjembatani kebutuhan akan pembinaan keagamaan, sosial, dan pendidikan yang lebih terstruktur.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kepulauan Selayar bersama unsur pimpinan ITSBM Selayar melintasi lautan menuju Pulau Jampea dengan satu niat yang kuat yaitu memperluas dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Selama ini, konsentrasi dakwah Muhammadiyah lebih dominan berada di daratan Pulau Selayar. Namun momentum pelantikan ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah Muhammadiyah kini menjangkau wilayah kepulauan secara lebih masif.
Ketua PDM Kepulauan Selayar, Drs. Abdullah, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan ranting tidak harus berdasarkan wilayah desa atau lokasi KKN, tetapi berdasarkan keberadaan kader dan potensi dakwah di wilayah tersebut. “Dimana ada kader, di situ ranting bisa dibentuk,” tegasnya.
Beliau juga menekankan bahwa para pimpinan cabang dan ranting harus menjadi teladan terbaik. “Ketika sudah memakai gelar ayahanda sebagai pengurus pimpinan cabang maupun ranting, maka kita harus mampu menjadi contoh minimal bagi anak dan keluarga kita. Semoga pelantikan ini menjadi amal ibadah bagi kita semua dan mempererat silaturahmi,” tambahnya.
Suksesnya pelantikan ini tidak terlepas dari kontribusi besar mahasiswa KKN ITSBM Selayar Angkatan I yang tersebar di sejumlah desa di Pulau Jampea. Mereka menjadi jembatan antara Muhammadiyah dan masyarakat untuk memfasilitasi komunikasi, persiapan kegiatan, hingga penguatan basis kaderisasi di tingkat akar rumput.
Kehadiran mahasiswa KKN turut menggerakkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat untuk mendukung penuh proses pengukuhan cabang dan ranting Muhammadiyah ini. Perwakilan pemerintah kecamatan dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik serta memberikan kesan mendalam kepada mahasiswa KKN.
Wakil Rektor ITSBM Selayar, Dr. Muhammad Ihsan Maro, S.Ag., M.Si., memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pimpinan ranting yang telah dilantik. Beliau secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah kecamatan, desa dan masyarakat serta mahasiswa ang telah berkontribusi besar dalam kegiatan ini.
“Pelantikan hari ini sangat spesial karena bertepatan dengan Milad ke-113 Muhammadiyah. selain itu, Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa kita memiliki janji-janji program yang harus diselesaikan dan dikawal bersama,” ujarnya. Wakil Rektor juga menegaskan bahwa pembentukan cabang dan ranting adalah langkah strategis untuk menghadirkan dakwah yang lebih dekat, solutif, dan berkelanjutan di masyarakat.
Selain agenda pelantikan, rombongan PDM dan unsur pimpinan ITSBM Selayar juga melakukan kunjungan ke beberapa posko mahasiswa KKN di Pulau Jampea. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi terhadap beberapa program strategis mahasiswa selama menjalankan pengabdian di lapangan. Pihak kampus memberikan catatan positif terkait kesungguhan mahasiswa dalam menjalankan program pemberdayaan, pendidikan, keagamaan, hingga pendampingan masyarakat. Dukungan persyarikatan terhadap mahasiswa KKN semakin meneguhkan sinergi antara dunia kampus dan gerakan dakwah Muhammadiyah.
Momentum ini bukan sekadar pelantikan, tetapi sebuah ikhtiar panjang untuk menghadirkan dakwah berkemajuan hingga ke pelosok negeri. Pulau Jampea kini resmi menjadi salah satu simpul penting gerakan Muhammadiyah di Kepulauan Selayar—sebuah sejarah baru yang lahir berkat kolaborasi masyarakat, pemerintah, mahasiswa KKN ITSBM, dan persyarikatan.


