Mahasiswa KKN ITSBM Selayar Galakkan Gerakan Bersih Pantai dan Pemberdayaan Lingkungan di Ujung Utara Selayar

  • DATE

    October 31, 2025

Kabar thumbnail
  ITSBM Selayar - Dari ujung utara Kepulauan Selayar, di Desa Menara Indah Kecamatan Bontomanai semangat peduli lingkungan mulai digerakkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah (ITSBM) Selayar. Gerakan ini dimulai dengan aksi membersihkan pantai dari sampah plastik yang menumpuk di pesisir Desa Menara Indah atau Pulo Pasi, sebagai langkah preventif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama masa KKN berlangsung. Aksi bersih pantai ini tidak hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi simbol kesadaran ekologis yang diharapkan dapat menular kepada masyarakat setempat. “Kegiatan membersihkan lingkungan ini menjadi harapan kami agar kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan semakin meningkat. Melalui aksi bersih pantai, kami ingin menjaga keindahan dan kenyamanan lingkungan desa,” ujar Ihwan Afriawal, selaku Koordinator Desa (Kordes) Desa Menara Indah KKN ITSBM Selayar. Selain kegiatan lingkungan, para mahasiswa ITSBM Selayar juga mengadakan sosialisasi peran teknologi dan pengabdian sosial kemasyarakatan, seperti pelaksanaan majelis taklim, kegiatan mengajar di sekolah, dan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Semua program ini dirancang untuk memaksimalkan waktu pengabdian mahasiswa selama berada di desa dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Kepala Desa Menara Indah, Saenal Arifin, S.Sos, memberikan apresiasi positif atas inisiatif mahasiswa. Ia menilai program ini sejalan dengan visi desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berbasis lingkungan. “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Selain menjaga kebersihan pantai, kami juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan program pemberdayaan berbasis lingkungan, seperti pelatihan kewirausahaan skala kecil yang memanfaatkan hasil laut atau produk lokal secara berkelanjutan,” ungkapnya. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa, diharapkan gerakan ini tidak berhenti setelah KKN berakhir, melainkan menjadi awal dari budaya sadar lingkungan dan pemberdayaan berkelanjutan di wilayah pesisir Selayar.

Kabar Lainnya