ITSBM Selayar - Inovasi pengolahan limbah perikanan kembali digagas melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah (ITSBM) Selayar bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih. Kegiatan ini mengangkat tema
“Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan untuk Pembuatan Biskuit Tinggi Kalsium” dan dilaksanakan di Desa Bontolebang, Kecamatan Bontoharu, Kepulauan Selayar.
Hadir sebagai narasumber,
Dr. Paula Nancy Lefaan, S.Si., MPH dari Universitas Cenderawasih, yang memberikan pemaparan terkait potensi tulang ikan sebagai sumber kalsium alami. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya bermanfaat dalam bidang gizi, tetapi juga dapat mendukung pengelolaan lingkungan.
Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) ITSBM Selayar,
Reza Gustiyani Ayu, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa pemanfaatan tulang ikan sebagai bahan baku biskuit tinggi kalsium merupakan langkah strategis dalam menghadirkan produk pangan fungsional yang bernilai tambah.
“Tulang ikan yang kaya akan kalsium dapat diolah menjadi tepung tulang dan digunakan sebagai fortifikan alami. Produk biskuit yang dihasilkan berpotensi membantu memenuhi kebutuhan kalsium masyarakat, terutama anak-anak dan lansia. Selain itu, inovasi ini mendorong diversifikasi produk perikanan serta membuka peluang usaha baru bagi UMKM di daerah,” jelas Reza.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pengembangan produk ini sangat bergantung pada penerapan proses pengolahan yang higienis, penerapan standar mutu gizi, serta penerimaan konsumen dari aspek rasa, aroma, maupun tekstur.

Kegiatan kerja sama ITSBM Selayar dengan Universitas Cenderawasih ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam mencetak generasi akademisi yang tidak hanya fokus pada penelitian, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat pesisir, khususnya di Kepulauan Selayar, dapat termotivasi untuk mengembangkan usaha berbasis pengolahan limbah perikanan. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, inovasi ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.