ITSBM Selayar – Gerakan Ahad Bersih kembali digelar di Kecamatan Pasimasunggu dan menjadi momentum penting dalam upaya mewujudkan wilayah Pasimasunggu sebagai daerah yang bebas dari sampah plastik. Kegiatan ini sekaligus menegaskan eksistensi dan kontribusi nyata mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah (ITSBM) Selayar yang saat ini sedang mengabdi di berbagai desa di Kecamatan Pasimasunggu.
Gerakan Pasimasunggu Bebas Sampah Plastik merupakan salah satu program inovatif yang diinisiasi mahasiswa KKN ITSBM Selayar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus bagian dari kampanye edukasi pengurangan penggunaan plastik di masyarakat. Melalui kolaborasi erat bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat, gerakan ini berkembang menjadi aksi bersama yang konsisten dan terstruktur selama pelaksanaan KKN berlangsung.
Kegiatan ini dieksekusi dengan melibatkan masyarakat dari berbagai elemen, mulai dari aparat desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok ibu rumah tangga. Kehadiran mereka membuat Ahad Bersih bukan hanya menjadi ritual mingguan, tetapi juga sarana membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Koordinator Kecamatan mahasiswa KKN ITSBM Selayar, Asti Lestari, menjelaskan bahwa gerakan ini tidak akan pernah berjalan tanpa dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat Pasimasunggu. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program kerja mahasiswa KKN sangat bergantung pada kolaborasi yang solid antara semua pihak yang terlibat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kecamatan Pasimasunggu, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat se-Kecamatan Pasimasunggu atas dukungan dan kerjasamanya dalam menyukseskan berbagai program kerja kami selama berada di Pasimasunggu. Gerakan Pasimasunggu Bebas Sampah Plastik bukan hanya program mahasiswa, tetapi program bersama yang kami harap dapat terus dilanjutkan setelah kami kembali ke kampus,” tambahnya.
Mahasiswa KKN ITSBM Selayar berharap kegiatan Ahad Bersih dapat menjadi agenda rutin masyarakat sebagai wujud komitmen jangka panjang dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak buruk sampah plastik.
Camat Pasimasunggu, Nur Amin, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan yang dilakukan mahasiswa KKN ITSBM Selayar. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN bukan hanya membawa energi baru, tetapi juga menghadirkan ide-ide inovatif yang berdampak langsung pada kemajuan masyarakat Pasimasunggu.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi mahasiswa KKN ITSBM Selayar yang sudah turun tangan dan berpartisipasi aktif membangun Pasimasunggu. Kehadiran mereka membawa warna baru bagi masyarakat dan memberi contoh bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama,” ujar Camat Nur Amin.
Gerakan Ahad Bersih yang diintegrasikan dalam program Pasimasunggu Bebas Sampah Plastik bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah nyata yang merepresentasikan kolaborasi kuat antara mahasiswa KKN ITSBM Selayar, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari semua pihak, Pasimasunggu kini bergerak menuju masa depan yang lebih hijau, lebih peduli lingkungan, dan lebih sadar terhadap pentingnya menjaga bumi untuk generasi yang akan datang.
ITSBM Selayar – Gerakan Ahad Bersih kembali digelar di Kecamatan Pasimasunggu dan menjadi momentum penting dalam upaya mewujudkan wilayah Pasimasunggu sebagai daerah yang bebas dari sampah plastik. Kegiatan ini sekaligus menegaskan eksistensi dan kontribusi nyata mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah (ITSBM) Selayar yang saat ini sedang mengabdi di berbagai desa di Kecamatan Pasimasunggu.
Gerakan Pasimasunggu Bebas Sampah Plastik merupakan salah satu program inovatif yang diinisiasi mahasiswa KKN ITSBM Selayar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus bagian dari kampanye edukasi pengurangan penggunaan plastik di masyarakat. Melalui kolaborasi erat bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat, gerakan ini berkembang menjadi aksi bersama yang konsisten dan terstruktur selama pelaksanaan KKN berlangsung.
Kegiatan ini dieksekusi dengan melibatkan masyarakat dari berbagai elemen, mulai dari aparat desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok ibu rumah tangga. Kehadiran mereka membuat Ahad Bersih bukan hanya menjadi ritual mingguan, tetapi juga sarana membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Koordinator Kecamatan mahasiswa KKN ITSBM Selayar, Asti Lestari, menjelaskan bahwa gerakan ini tidak akan pernah berjalan tanpa dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat Pasimasunggu. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program kerja mahasiswa KKN sangat bergantung pada kolaborasi yang solid antara semua pihak yang terlibat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kecamatan Pasimasunggu, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat se-Kecamatan Pasimasunggu atas dukungan dan kerjasamanya dalam menyukseskan berbagai program kerja kami selama berada di Pasimasunggu. Gerakan Pasimasunggu Bebas Sampah Plastik bukan hanya program mahasiswa, tetapi program bersama yang kami harap dapat terus dilanjutkan setelah kami kembali ke kampus,” tambahnya.
Mahasiswa KKN ITSBM Selayar berharap kegiatan Ahad Bersih dapat menjadi agenda rutin masyarakat sebagai wujud komitmen jangka panjang dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak buruk sampah plastik.
Camat Pasimasunggu, Nur Amin, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan yang dilakukan mahasiswa KKN ITSBM Selayar. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN bukan hanya membawa energi baru, tetapi juga menghadirkan ide-ide inovatif yang berdampak langsung pada kemajuan masyarakat Pasimasunggu.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi mahasiswa KKN ITSBM Selayar yang sudah turun tangan dan berpartisipasi aktif membangun Pasimasunggu. Kehadiran mereka membawa warna baru bagi masyarakat dan memberi contoh bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama,” ujar Camat Nur Amin.
Gerakan Ahad Bersih yang diintegrasikan dalam program Pasimasunggu Bebas Sampah Plastik bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah nyata yang merepresentasikan kolaborasi kuat antara mahasiswa KKN ITSBM Selayar, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari semua pihak, Pasimasunggu kini bergerak menuju masa depan yang lebih hijau, lebih peduli lingkungan, dan lebih sadar terhadap pentingnya menjaga bumi untuk generasi yang akan datang.

